Home >Prestasi >Amel, Murid MAN 4 Jombang Juara 3 Olimpiade Kimia Jawa Timur

Amel, Murid MAN 4 Jombang Juara 3 Olimpiade Kimia Jawa Timur

Risyalah D | 20 September 2026 | 0 | Dibaca 21 kali
Rizqy Amellya, murid kelas XII K MAN 4 Jombang, meraih Juara 3 Olimpiade Kimia Oksalat 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur

Kab. Jombang (MAN 4) – Kecepatan berpikir dan ketepatan menjawab soal mengantarkan Rizqy Amellya, murid kelas XII K MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, meraih Juara 3 Olimpiade Kimia Oksalat tingkat Provinsi Jawa Timur. Kompetisi yang digelar UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Kamis (17/9/2026), ini mempertemukan peserta dengan rangkaian soal yang semakin menantang hingga babak final.

Sejak semifinal, peserta harus berpacu dengan waktu. Setiap soal ditampilkan melalui layar dan hanya diberi waktu 80 detik untuk menjawab. Kalkulator dan SPU juga tidak diperbolehkan.

Tantangan belum berakhir. Di babak final, Amel harus menjawab soal secara langsung di hadapan dosen yang menjadi dewan juri. Formatnya menyerupai cerdas cermat, dengan tekanan waktu dan situasi kompetisi yang berbeda dari tahap sebelumnya.

“Saat itu saya sangat grogi sampai tangan saya gemetar dan bahkan untuk menekan bel pun rasanya sulit. Alhamdulillah, dengan dukungan dan doa dari Ibu pembimbing, guru-guru, orang tua, serta madrasah, saya bisa melewati setiap tahapnya,” ujar Amel.

Bagi Amel, Juara 3 bukan sekadar hasil dari kompetisi. Pengalaman menghadapi soal dengan batas waktu ketat hingga menjawab langsung di hadapan juri menjadi pengalaman berharga untuk terus mengasah kemampuan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik, serta semoga pengalaman ini dapat menginspirasi teman-teman untuk berani mencoba, tidak takut menghadapi tantangan, dan terus berprestasi,” katanya.

Pembina Olimpiade Kimia MAN 4 Jombang, Siti Khodijah, mengatakan capaian tersebut perlu diikuti dengan pembinaan yang konsisten. Menurutnya, pembinaan dapat dimulai dengan memetakan murid yang memiliki minat dan potensi di bidang Kimia.

“Ke depan, pembinaan Kimia perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Potensi tersebut dikembangkan melalui penguatan konsep, latihan soal-soal HOTS dan olimpiade, serta kegiatan praktikum untuk memperkuat pemahaman murid,” jelas Khodijah.

Ia menilai dukungan dari madrasah, guru, dan orang tua menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi murid.

“Saya berharap prestasi Ananda Amel dapat menjadi motivasi dan inspirasi untuk melahirkan lebih banyak siswa berprestasi di bidang Kimia,” ujarnya.

Menurut Khodijah, Kimia juga tidak harus dipandang sebagai bidang yang sulit. Dengan pembinaan yang tepat dan kemauan untuk terus berlatih, Kimia dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkompetisi.

Prestasi Amel di tingkat provinsi menjadi hasil dari proses tersebut. Dari latihan soal, tekanan waktu, hingga keberanian menghadapi dewan juri, seluruh tahapan menjadi bagian dari perjalanan menuju podium. (hed)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *