Guru Pamong MAN 4 Jombang Siap Bimbing 27 Mahasiswa PPL UIN Malang dan Unwaha Menjadi Guru Profesional

  • Risyalah D
  • Disukai 1
  • Dibaca 212 Kali
Foto: Guru pamong MAN 4 Jombang bersama dosen pembimbing dan mahasiswa PPL UNWAHA serta UIN Malang usai pembukaan PPL di MAN 4 Jombang, Januari 2025.

Kab. Jombang (MAN 4) – Guru pamong MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif mengatakan kesiapan untuk membimbing dan mendampingi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) baik dalam aspek pedagogik, kepribadian, maupun profesionalisme, agar mahasiswa benar-benar siap menjadi calon guru yang profesional dan berkarakter.

Kesiapan tersebut mengemuka dalam kegiatan penerimaan 27 mahasiswa PPL yang terdiri dari 17 mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) dan 10 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembukaan PPL mahasiswa UNWAHA dilaksanakan pada Senin (12/01), sedangkan mahasiswa UIN Malang resmi diterima pada Selasa (13/01).

Kegiatan berlangsung di Gedung KH. Bisri Syansuri Lantai 3 MAN 4 Jombang, dihadiri Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala Madrasah, guru pamong, serta dosen pembimbing lapangan dari masing-masing perguruan tinggi.

Penyerahan mahasiswa UIN Malang diwakili oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dian Aristades Wiranegara, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada MAN 4 Jombang atas kesediaan menerima dan membimbing mahasiswa PPL.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar MAN 4 Jombang yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada mahasiswa kami untuk belajar dan mengabdi di sini,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa UIN Malang agar senantiasa menjaga etika selama berada di lingkungan madrasah.

“Jagalah sopan santun, etika, dan adab dalam berinteraksi, baik dengan guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Sikap yang baik adalah kunci utama keberhasilan dalam menjalani PPL,” pesannya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNWAHA, Khoirun Nisa dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga sikap dan adab selama menjalani PPL di madrasah.

“Jagalah attitude dan jangan sampai su’ul adab. Karena jika kita hanya pintar tetapi tidak memiliki sikap yang baik, maka kita juga tidak akan dihormati orang lain,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan PPL sebagai ruang belajar nyata di lapangan. “Ambillah ilmu sebanyak-banyaknya dan jadilah guru yang profesional,” tambahnya.

Sambutan dari pihak madrasah disampaikan oleh Didik Pratikno yang mewakili Kepala MAN 4 Jombang. Ia menegaskan bahwa menjadi guru bukanlah profesi yang mudah dan menuntut kesiapan mental serta tanggung jawab besar.

“Menjadi guru itu tantangannya berat. Murid adalah makhluk hidup yang ingin berubah dan sering kali sulit diatur. Karena itu, ego kemahasiswaan harus ditanggalkan dan diganti dengan sikap sebagai guru terbaik yang hadir di MAN 4 Jombang,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif bagi pengembangan madrasah. “Anggaplah madrasah ini seperti lembaga milik jenengan sendiri yang baru berdiri. Jika memiliki ilmu atau inovasi baru, silakan ditularkan kepada bapak dan ibu guru,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran guru tidak hanya berada di dalam kelas. “Sebagai guru, titik utama pengabdian bukan hanya di dalam kelas. Apa pun yang dilakukan siswa tidak boleh lepas dari jangkauan dan perhatian guru,” pungkasnya.

MAN 4 Jombang berharap kolaborasi dengan UNWAHA dan UIN Malang tidak berhenti pada kegiatan akademik semata, tetapi mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak guru-guru masa depan yang unggul dan berintegritas. (hir)


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin