Enam Penghargaan Dibawa Pulang, Murid MAN 4 Jombang Dominasi Ajang Al Musabaqoh Ke-51
Murid dan guru MAN 4 Jombang usai memborong enam penghargaan di Al Musabaqoh Ke-51 UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kab. Jombang (MAN 4) — Murid MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Al Musabaqoh Ke-51 UIN Sunan Ampel Surabaya, Minggu (30/8/2026), kontingen MAN 4 Jombang berhasil memborong enam penghargaan dari dua cabang kompetisi, yakni Olimpiade Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).
Enam penghargaan tersebut terdiri atas tiga penghargaan dari cabang Olimpiade SKI dan tiga penghargaan dari cabang LKTI tingkat nasional.
Pada cabang Olimpiade SKI, Zhafif Raissa Jaya W (XII PK 1) berhasil meraih Juara 1, Naryama Sinatriya (XII PK 1) meraih Juara 3, sementara M. Rafael Failasufa (XII C) meraih Harapan 1.
Prestasi tersebut diraih di bawah bimbingan guru pendamping Ali Syahbana dan Risyalah Diwandini.
Sementara pada cabang LKTI, Achmad Nizarul ‘Alim (XII PK 1) dan Rayhan Mirza Mafaza (XII PK 1) berhasil meraih Juara 3. Nabila Angelia (XII PK 2) dan Izzah Muflihah (XII PK 2) meraih Harapan 1, sedangkan Risyad Tabatala (XII PK 1) dan Ridwan Taufiqul H. (XII PK 1), meraih Harapan 2.
Ketiga karya ilmiah yang meraih penghargaan tersebut mengangkat tema inovasi pendidikan dan literasi sejarah dengan pendekatan yang berbeda.
Karya Juara 3 mengembangkan HistoProof, platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mendukung verifikasi informasi Sejarah Islam Indonesia. Platform tersebut menggunakan pendekatan rule-based dan text matching untuk membantu mencocokkan informasi sejarah.
Sementara karya peraih Harapan 1 menganalisis kebutuhan Generasi Z terhadap media literasi sejarah yang inovatif. Penelitian tersebut juga mendeskripsikan respons murid terhadap penggunaan short video berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai media literasi sejarah.
Adapun karya peraih Harapan 2 mengangkat Gerakan SATSET (Satu Tokoh Satu Etika). Gerakan ini dirancang dengan prinsip satu tokoh, satu nilai keteladanan, dan satu etika yang diterapkan secara kontekstual serta berkala.
Meski berhasil membawa pulang tiga penghargaan dari cabang LKTI, pembina LKTI MAN 4 Jombang, Risyalah D., mengatakan capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
“Tahun ini meskipun kami membawa pulang tiga juara, tapi kami masih belum berpuas diri. Kami masih harus berusaha maksimal lagi untuk tahun-tahun depan dan kembali merebut juara 1 seperti tahun sebelumnya,” ujar Risyalah.
Sementara itu, pembina Olimpiade SKI, Ali Syahbana,, berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan pada kompetisi berikutnya.
“Semoga seterusnya kita menjadi juara di ajang olimpiade ini. Sejak tahun 2023 kami selalu membawa pulang juara,” ungkap Ali.
Raihan enam penghargaan dalam Al Musabaqoh Ke-51 UIN Sunan Ampel Surabaya diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian semata. Madrasah terus mendorong para murid untuk meningkatkan kemampuan dan kembali meraih prestasi lebih tinggi pada ajang nasional maupun internasional. (Hed)