Ekstra Jurnalistik MAN 4 Jombang Kembali Eksis, Dua Murid Berhasil Sabet Juara PANISTRA 2026
Murid MAN 4 Jombang menunjukkan trofi dan sertifikat usai meraih Juara II Lomba Presenter dan Juara Harapan II Lomba Mendongeng pada PANISTRA 2026
Kab. Jombang (MAN 4) – Kemampuan berbicara di depan kamera dan kepiawaian bertutur melalui dongeng mengantarkan dua murid MAN 4 Jombang PP. Mamba'ul Ma'arif Denanyar meraih prestasi pada Pekan Seni dan Sastra (PANISTRA) 2026. Janeeta Fairuz sukses menjadi Juara II Lomba Jurnalistik kategori Presenter, sedangkan Auni Azeeza Putri meraih Juara Harapan II Lomba Mendongeng yang digelar di Universitas PGRI Jombang, Selasa (04/08).
Pembina lomba mendongeng, Roy Amrulloh yang diwakilkan Aulia Rohmah, mengungkapkan bahwa keberhasilan pada cabang lomba mendongeng tidak hanya dinilai dari teknik bercerita, tetapi juga kekuatan pesan yang disampaikan.
Menurutnya, dongeng berjudul "Jaka dan Makna Sebuah Sambatan" dipilih karena mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
"Cerita ini mengajarkan bahwa sambatan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Sambatan sejati lahir dari empati tanpa pamrih, tanpa perintah, dan tanpa sekat egoisme," jelas Aulia.
Dalam cerita tersebut, tokoh Jaka digambarkan sebagai sosok yang mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat ketika sebuah desa dilanda prasangka akibat hilangnya lumbung-lumbung hasil panen. Belakangan diketahui, persediaan beras sebenarnya tidak hilang, melainkan rusak akibat hujan deras hingga jatuh ke ruang bawah yang tertutup papan kayu.
Di tengah situasi penuh kecurigaan, Jaka memilih mengedepankan kepedulian. Ia secara sukarela menyumbangkan seluruh persediaan beras miliknya kepada warga yang tertimpa musibah.
Bagi Aulia, pesan utama dari dongeng tersebut adalah bahwa ancaman terbesar dalam sebuah komunitas bukan selalu berasal dari luar, melainkan hilangnya rasa saling percaya.
"Lumbung terbesar dalam hidup bukanlah tempat menyimpan beras, tetapi hati yang menyimpan empati, kepercayaan, dan persaudaraan. Ketika nilai itu terjaga, masyarakat akan tetap kuat menghadapi berbagai persoalan," ujarnya.
Sementara itu, pada cabang lomba presenter, Aulia, sekaligus Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 4 Jombang, mengakui tim menghadapi tantangan teknis selama proses perlombaan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta hingga akhirnya mampu mempersembahkan gelar Juara II.
Ke depan, Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 4 Jombang akan terus memperkuat sistem pembinaan melalui program yang lebih terstruktur. Tahun ajaran 2026–2027 diawali dengan penerapan standar seleksi anggota baru berdasarkan bakat dan minat peserta didik.
“Bidang pengembangan difokuskan pada presenter, fotografi, desain grafis, dan kepenulisan sebagai fondasi utama organisasi,” kata Aulia.
Untuk mendukung pelaksanaan program kerja, struktur organisasi ekstrakurikuler juga diperkuat melalui pembentukan pengurus harian beserta sejumlah divisi, meliputi Broadcasting dan Media, Pendidikan dan Pengkaderan, Majalah, Mading, Sarana Prasarana, serta Hubungan Masyarakat (Humas).
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, MAN 4 Jombang berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil dalam dunia jurnalistik dan komunikasi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat melalui karya-karya kreatif. (hed)